Showing posts with label Military. Show all posts
Showing posts with label Military. Show all posts

Wednesday, February 17, 2016

Pertama Kali, Paviliun Indonesia Hadir di Singapore Airshow

 http://assets.kompas.com/data/photo/2016/02/16/1536593SAS-01780x390.jpg
Tim aerobatik "The Black Eagles" dari Angkatan Udara Republik Korea Selatan (ROKAF) di gelaran Singapore Airshow 2016 hari pertama, Selasa (2/2/2016).

SINGAPURA, Pameran kedirgantaraan dua tahunan, Singapore Airshow tahun ini kembali digelar. Pameran kedirgantaraan yang diklaim sebagai yang terbesar se-Asia ini pada 2016 diselenggarakan untuk yang ke-5 kalinya.

Pameran dibuka Menteri Koordinator Infrastruktur Singapura, Khaw Boon Wan dan Menteri Pertahanan Singapura, Dr Ng Eng Hen pada Selasa (16/2/2016) di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Tahun ini, penyelenggara Singapore Airshow mengklaim lebih dari 1.000 perusahaan dari sekitar 50 negara turut serta.

Dari ke-1.000 perusahaan tersebut, 60 di antaranya adalah 100 perusahaan dirgantara paling terkemuka di dunia.

Gelaran Singapore Airshow diselenggarakan pada 16-21 Februari 2016, dan dibuka untuk publik pada akhir pekan 20-21 Februari 2016..

Pameran dibagi menjadi beberapa atraksi, seperti static display, aerial display (outdoor), dan booth-booth peserta di dalam ruangan pameran (indoor).

Fokus pesawat jet pribadi 

Selain pameran-pameran pesawat dan teknologinya, pihak penyelenggara juga menekankan pada bisnis penerbangan.


"Kami memutuskan untuk fokus pada pesawat-pesawat bizjet di pameran kali ini," kata Leck Chet Lam, Managing Director Singapore Airshow di acar pembukaan.

Menurutnya, jumlah pesawat bizjet alias jet pribadi di kawasan Asia Pasifik telah bertambah dua kali lipat dalam kurun 10 tahun terakhir.

Dia memprediksi jumlah jet pribadi di Asia Pasifik akan  tumbuh sebesar 6 persen dalam jangka 20 tahun ke depan.

Semua pemain bisnis pesawat Bizjet seperti Bombardier, Cessna, Dassault Falcon, Gulfstream, dan Mitsubishi Regional Jet (MRJ) hadir dalam pameran kali ini.

Paviliun Indonesia

Tahun ini, Singapore Airshow menghadirkan sebanyak 20 paviliun. Jumlah paviliun ini lebih banyak dari penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya.

Beberapa paviliun negara yang baru partama kali terlibat gelaran Singapore Airshow adalah Filipina dan Indonesia.

Di paviliun Indonesia, pengunjung dapat melihat model-model pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI), seperti CN235, CN295, serta yang terbaru adalah N219.

Bahkan, PT DI juga menghadirkan cockpit demonstrator untuk pesawat N219 yang penerbangan perdananya dijadwalkan pada tahun ini juga.

Selama lima hari ke depan, Kompas.com akan menghadirkan tulisan-tulisan langsung dari penyelenggaraan Singapore Airshow 2016. 

Sumber :  KOMPAS.com

Jet Tempur Turki Langgar Wilayah Yunani 22 Kali Sehari


 Jet-jet tempur Turki 22 kali melanggar udara Yunani dalam sehari (Foto: Fatih Saribas/REUTERS)
 Jet Tempur Turki


ATHENA – Lagi, Turki melanggar kedaulatan udara Yunani, saat enam jet tempur serta satu pesawat transport Angkatan Laut (AL) Turki ‘nyelonong’ masuk wilayah Negeri Seribu Dewa itu tanpa izin.

Tidak hanya sekali atau dua kali, melainkan puluhan kali. Sebagaimana dilansir IB Times, Selasa (16/2/2016), seorang perwira staf Angkatan Darat (AD) Yunani yang tak disebutkan namanya, jet tempur Turki itu 22 kali melanggar angkasa Yunani dalam sehari, pada Senin, 15 Februari 2016 kemarin.

Sejumlah jet tempur Yunani pun diperintahkan mencegat dan mengusir pesawat-pesawat Turki tersebut, yang malah dibalas aksi provokasi.

Pesawat-pesawat Turki itu justru menantang duel udara, hingga sempat terjadi dua kali pertempuran udara secara virtual, yakni saling mengunci sasaran tanpa menembakkan misil.

Pelanggaran ini terjadi di wilayah Yunani, tepatnya area timur dan tengah Kepulauan Aegean. Pelanggaran ini juga datang menjelang penempatan sejumlah kapal patroli NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) ke Laut Aegean.

NATO memutuskan mengirim sejumlah kapal patrolinya, demi mencegah penyelundupan pengungsi dari kawasan-kawasan Timur Tengah ke Eropa.

(raw) Sumber : Okezone.com

Penerbangan Pertama Pesawat Latih SR-10 Rusia, Ada Yang Minat Harga Miring?

Penerbangan Pertama Pesawat Latih SR-10 Rusia, Ada Yang Minat Harga Miring?



Perusahaan  biro desain 'modern Aviation Technologies swasta Rusia telah mengembangkan desain pesawat mesin tunggal, yang terdiri dari bahan komposit yaitu pesawat SR-10.

Dikembangkan oleh biro desain perusahaan swasta Rusia bernama KB SAT, pesawat memiliki sayap depan menyapu  (FSW) skema moderat. Fitur ini memungkinkan pesawat untuk menjadi lebih kompak, meningkatkan stabilitas pada kecepatan rendah dan lepas landas.

Peawat yang dibangun menggunakan bahan komposit SR-10 yang sangat cocok  digunakan untuk belajar dasar-dasar terbang atau pelatihan pilot baru. Tes penerbangan dari prototipe pesawat ini sedang diuji di lapangan udara Oreshkovo di wilayah Kaluga. Dilihat dari video yang beredar, tes berhasil. Dengan sayap menyapu kedepan membantu meningkatkan kemampuan manuver pesawat terbang, membuat pesawt  SR-10 tidak hanya dapat digunakan sebagai pesawat latih tetapi juga sebagai pesawat olahraga.

Penerbangan Pertama Pesawat Latih SR-10 Rusia, Ada Yang Minat Harga Miring?

Penerbangan Pertama Pesawat Latih SR-10 Rusia, Ada Yang Minat Harga Miring?
Penerbangan Pertama Pesawat Latih SR-10 Rusia, Ada Yang Minat Harga Miring?

Beberapa pengguna media sosial menyatakan kegembiraan mereka dengan jet baru yang mengatakan bahwa itu adalah mengesankan dan jika masuk ke dalam produksi itu akan menjadi 'bom' dan lariss di pasar.

"Hal ini mengesankan. Karena harga yang rendah proyek pesawat ini bisa menjadi hit, "tulis Dmitry Ft-Telnyashke.

Sumber : detikmiliter.com

Tuesday, February 16, 2016

Media Jerman: Cepat atau Lambat, Tentara Suriah Akan Menangkan Peperangan

https://cdn.rbth.com/468x312/all/2015/11/24/su-24_attack_tas_12683822_468.jpg 
Su-24 Rusia
Tentara Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia akan memperoleh kemenangan dalam perang sipil, sementara perpecahan di antara pasukan anti-pemerintah akan semakin meruncing. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik, mengutip laporan yang dipublikasikan surat kabar Jerman FAZ.
"Keterlibatan Rusia merupakan titik balik yang tak terbantahkan bagi Damaskus," tulis media tersebut.

Menurut FAZ, cepat atau lambat, tentara pemerintah akan memperoleh kemenangan atas pertempuran di Provinsi Aleppo yang berbatasan dengan Turki. Sementara terkait kemungkinan intervensi Arab Saudi atau Turki di sisi pasukan antipemerintah, dinas rahasia Jerman menganggap bahwa kemungkinan hal tersebut akan terjadi sangat kecil, demikian ditulis FAZ.

Tentara Suriah berhasil meraih keberhasilan yang signifikan dalam memerangi teroris, menghancurkan beberapa rute pasokan utama teroris di wilayah provinsi Aleppo.

Secara khusus, Tentara Suriah dan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) telah berhasil memotong beberapa jalur pasokan utama militan front al-Nusra di kota Mayer yang terletak di antara kota Aleppo dan perbatasan negara tersebut dengan Turki.

Menurut sumber, operasi militer masih berlangsung di pinggiran timur Aleppo dekat Bandara Kuweires. Di sana, para tentara ditugaskan untuk membersihkan daerah dari para militan.

FAZ mencatat bahwa setelah pasukan tentara Suriah yang didukung oleh pasukan Rusia mendapatkan kembali kendali penuh atas wilayah barat Suriah, operasi antiteroris dapat dilanjutkan di daerah timur negara tersebut.

Rusia meluncurkan serangan militer ke sasaran ISIS kelompok teroris Jabhat al-Nusra di Suriah sejak 30 September 2015. Serangan ini dilancarkan beberapa jam setelah Dewan Federasi Rusia memperbolehkan Presiden Vladimir Putin menggunakan Angkatan Rusia di luar negeri. Sebelumnya, Presiden Suriah Bashar al-Assad meminta bantuan langsung kepada presiden Rusia. Sejak awal operasi, kelompok udara Rusia telah melakukan ratusan serangan mendadak, menghancurkan puluhan gudang amunisi, gudang bahan peledak, dan berbagai pos komando.

Sumber : RBTH. Indonesia

Peluru kendali hantam sekolah, rumah sakit di Suriah, 14 tewas

http://img.antaranews.com/new/2013/05/ori/2013050109.jpg
Ilustrasi
Amman - Setidak-tidaknya 14 warga tewas akibat peluru kendali menghantam rumah sakit anak-anak, sekolah, dan tempat lain di kota Azaz, yang dikuasai pemberontak Suriah di dekat perbatasan Turki, Senin, kata paramedis dan warga setempat.

Mereka mengatakan setidak-tidaknya lima peluru kendali menghantam rumah sakit di pusat kota itu dan sekolah di dekatnya, tempat pengungsi berlindung dari serangan tentara Suriah.

Seorang warga mengatakan satu tempat perlindungan lain di bagian selatan kota itu juga dihantam bom, yang dijatuhkan jet, diduga milik Rusia.

Puluhan ribu warga mengungsi ke kota yang merupakan basis pemberontak terakhir sebelum perbatasan dengan Turki, dari kota-kota dan desa yang menjadi ajang pertempuran sengit antara tentara Suriah dengan kelompok milisi.

"Kami telah memindahkan sejumlah anak yang berteriak-teriak dari rumah sakit itu," kata petugas medis Juma Rahal. Setidaknya dua anak tewas dan ambulans mengangkut sejumlah korban cidera ke Turki untuk mendapat perawatan, katanya.

Badan amal Doktor Tanpa Batas (MSF) dalam pernyataannya mengatakan bahwa setidaknya delapan staf hilang setelah empat roket menghantam sebuah rumah sakit yang disponsorinya di Provinsi Idlib di baratlaut Suriah.

Pasukan anti-pemerintah Kurdi merangsek dari wilayah barat dan bertempur dengan pemberontak anti-pemerintah di kota itu, hanya beberapa kilometer dari perbatasan bab al Salam. Tentara Suriah bergerak dari selatan.

Baik Kurdi maupun tentara Suriah ingin merebut kendali di perbatasan dengan Turki itu dari tangan pemberontak.

Pengeboman Rusia terhadap pemberontak membantu tentara Suriah untuk maju ke Aleppo, kota terbesar di negara itu dan juga pusat perdagangan sebelum meletusnya konflik. Jika tentara berhasil merebut kota itu, akan menjadi kemenangan terbesar pemerintah dalam perang tersebut, demikian Reuters melaporkan.

(S022/B002)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Monday, February 15, 2016

Telefon Putin, Obama Minta Rusia Stop Serangan Udara

 http://img.antaranews.com/new/2013/09/ori/20130930HistoricalPhoneCall-WhiteHouse280913xx.jpg
Presiden Obama (nataranews.com)

WASHINGTON DC – Kendati usulan gencatan senjata disepakati sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Rusia pada pertemuan di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu, nyatanya serangan udara Rusia ke Suriah masih dilancarkan.

Padahal menurut perjanjian, serangan pemboman masih boleh dilakukan, asal dengan menargetkan ISIS, bukan menargetkan basis-basis oposisi penentang Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang notabene sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Terkait hal ini, Presiden AS, Barack Obama pun sampai merasa harus bicara secara pribadi pada Putin via telefon, untuk tidak hanya membicarakan situasi di Suriah, tapi juga Ukraina.
Obama menelefon Putin untuk memintanya stop melakukan pemboman, terhadap posisi-posisi kelompok oposisi moderat.

“Presiden Obama menekankan pentingnya Rusia bermain dalam peran konstruktif dengan menghentikan serangan udaranya terhadap oposisi moderat Suriah,” ungkap keterangan pers Gedung Putih, terkait komunikasi Obama-Putin tersebut, dikutip IB Times, Senin (15/2/2016).

Sementara sebagai tanggapan atas permintaan Obama itu, Kremlin menyingkap pernyataan, di mana Putin meminta AS yang memimpin koalisi di zona konflik Suriah, mesti menghentikan kebijakan standar ganda mereka.

“Sekali lagi, Presiden Rusia menekankan pentingnya mengorganisir front bersama anti-teroris, di mana standar ganda (AS) dihilangkan,” timpal pernyataan Kremlin.

“Dia (Putin) merujuk pada dibutuhkannya kedekatan kontak antara wakil otoritas pertahanan Rusia dan AS, demi membentuk serangan yang sistematis dan sukses terhadap ISIS dan organisasi teroris (oposisi) lainnya,” tandas pernyataan Kremlin.

(raw) Sumber : sindonews.com

Kuba kembalikan rudal AS yang salah dikirimkan ke Havana

http://ichef-1.bbci.co.uk/news/ws/660/amz/worldservice/live/assets/images/2016/01/08/160108053558_hellfire_640x360_getty_nocredit.jpgRudal Hellfire seharusnya dikirim ke Florida.

Kuba mengembalikan sebuah rudal Hellfire yang salah dikirimkan ke Havana Pada Juni 2014 lalu.
Rudal itu, dikirimkan ke Spanyol untuk pelatihan Nato, seperti diberitakan oleh Wall Street Journal. Kemudian rudal dibawa ke Jerman, setelah digunakan dalam latihan.

Kemudian rudal dibawa ke Bandara Charles de Gaulle di Paris untuk nantinya diterbangkan kembali ke Florida. Tetapi malahan terangkut oleh pesawat Air France yang terbang ke Havana.

Insiden ini dapat membuat AS mengalami kehilangan besar dalam hal teknologi militer, jelas pejabat kepada Wall Street Journal.

Peristiwa itu memalukan bagi Amerika yang telah meminta Kuba untuk mengembalikan rudal itu ke AS, seperti dilaporin wartawan BBC Di Havana Will Grant.

Peluru kendali itu tiba melalui sebuah pesawat dari Paris "karena kesalahan atau disalahgunakan di negara asal pengirim," jelas seorang pejabat kementerian luar negeri Kuba.

"Kuba telah bertindak sangat serius dan transparan serta bekerja sama untuk menemukan solusi yang memuaskan dalam masalah ini," kata pejabat tersebut.

http://ichef-1.bbci.co.uk/news/ws/624/amz/worldservice/live/assets/images/2016/01/08/160108052009_hellfire_missile_624x351_getty_nocredit.jpg

Rudal Hellfire AGM 114 ini merupakan peluru kendali dengan dipandu laser yang dapat digunakan untuk serangan melalui helikopter ataupun pesawat tanpa awak

Rudal Hellfire AGM 114 ini merupakan peluru kendali dengan dipandu laser yang dapat digunakan untuk serangan melalui helikopter ataupun pesawat tanpa awak.

Pejabat AS khawatir Kuba akan memberikan informasi teknologi canggih dalam rudal itu dengan negara seperti Korea Utara, Cina atau Rusia, seperti disampaikan sebuah sumber penyelidikan kepada Wall Street Journal.

AS dan Kuba merupakan musuh lama dalam perang dingin selama lebih dari 50 tahun, kedua negara telah melakukan pemulihan hubungan diplomatik pada Juli lalu.

Dua negara ini telah bekerja sama untuk membangun kembali hubungan ekonomi dan perdagangan.
Selasa pekan depan, akan diumumkan penerbangan langsung dari AS ke ibukota Kuba, Havana.

Sumber : BBC.com

Pesawat Pembom Su-34 (Fullback) Gunakan Rudal Kh-35U Sebagai Rudal Anti Kapal Untuk Pertama Kali

Pesawat Pembom Su-34 (Fullback) Gunakan Rudal Kh-35U Sebagai Rudal Anti Kapal Untuk Pertama Kali

Pesawat pembom Su-34 (  Fullback)  telah dilengkapi dengan amunisi baru, yakni, Kh-35U (AS-20) rudal ini dapat digunakan untuk menyerang kapal tepatnya rudal ini adalah rudal anti kapal selam (ASM), menurut sebuah saluran harian Rusia. Setidaknya, salah satu  dari rudal Kh-35U telah tampak pada sebuah pesawat bomber SU-34.

Penggunaan Rudal anti kapal ini baru pertama kali digunakan oleh Militer Rusia, belum diketahui sejauh mana efektif dari rudal ini. Namun, dapat dipastikan rudal ini sangat mematikan jika mengenai sasarannya. Ada banyak jenis rudal Kh-35 ASM yang telah dimodifikasi  menjadi rudal Kh-35U yang terbaru. Rudal Kh-35U telah diadaptasi untuk  berbagai pesawat rotor / sayap, senjata peluncuran pantai dan peluncur berbasis kapal . Rudal subsonik memiliki berat 550 kg dan jarak terbang 260 km, yang didukung oleh Unit-64M dengan mesin turbofan. Uji coba dari Kh-35U selesai pada tahun 2013. Sekarang rudal yang diproduksi oleh Taktis Rudal Corporation`s (TMC) di produksi di fasilitas yang terletak di Korolev (Moscow Region).

Pesawat Pembom Su-34 (Fullback) Gunakan Rudal Kh-35U Sebagai Rudal Anti Kapal Untuk Pertama Kali

Pesawat Pembom Su-34 (Fullback) Gunakan Rudal Kh-35U Sebagai Rudal Anti Kapal Untuk Pertama Kali


Kh-35UE`s yang telah modifikasi atau versi ekspor Kh-35U memiliki hulu ledak dengan  berat 145 kg dan kecepatan maksimum Mach 0,85. Rudal ini seharusnya menjadi senjata anti-kapal yang sangat efektif, menurut beberapa ahli Rusia dan Barat. 

Sumber : detikmiliter.com

Militan Al-Shabaab Klaim Jadi Dalang Ledakan di Pesawat Somalia

  Militan Al-Shabaab Klaim Jadi Dalang Ledakan di Pesawat Somalia
Pesawat Somalia yang berlubang karena ledakan (REUTERS/Feisal Omar)

Mogadishu - Kelompok militan Al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang memicu lubang di pesawat maskapai Somalia, Daallo Airlines pekan lalu. Ledakan tersebut diketahui dipicu oleh TNT.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (14/2/2016), pernyataan kelompok Al-Shabaab itu disampaikan melalui pesan elektronik. Kelompok pemberontak ini mengaku ingin melakukan pembalasan terhadap Barat.

"Harakat Al-Shabaab Al Mujahidin melakukan operasi udara sebagai pembalasan atas kejahatan yang dilakukan oleh koalisi tentara salib Barat dan badan-badan intelijen mereka terhadap Muslim Somalia," tulisnya dalam pernyataan melalui email.

Sebelumnya diberitakan, bahan peledak TNT sekelas militer meledak hingga membuat lubang di dekat sayap pesawat jenis Airbus A321-111 itu. Ledakan terjadi Selasa (2/2) setelah pesawat lepas landas dari Mogadishu, ibukota Somalia.

Insiden ini dilaporkan melukai dua orang yang ada di dalam pesawat. Namun kemudian otoritas Somalia menemukan sesosok jasad di dekat ibukota Mogadishu, yang diyakini sebagai korban yang jatuh dari pesawat Daallo Airlines yang dilanda ledakan tersebut.

Al-Shabaab merupakan kelompok ekstremis yang mendalangi sejumlah aksi kekerasan di dalam dan sekitar Somalia dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa serangan teror Al-Shabaab ditargetkan terhadap wisatawan, salah satunya serangan terhadap kompleks restoran-hotel di kawasan wisata pantai Mogadishu bulan lalu.

(imk/rna) Sumber : detik.com

Sunday, February 14, 2016

Dominasi Barat dalam Teknik Militer Merosot

Negara Barat tidak lagi dominan dalam teknik militer. Rusia dan Cina kini menyodok ke depan dalam pengembangan persenjataan modern. Kenaikan drastis anggaran militer di Asia menjadi salah satu pemicu. 


Perimbangan kekuatan militer global kini mulai bergeser menuju Asia dan Rusia. Keunggulan Barat dalam teknik yang berkaitan dengan persenjataan mulai disalip negara-negara di Asia dan Rusia. Teknik peluru kendali, drone tak berawak serta perlengkapan perang elektronik bukan lagi hanya dikuasai Barat. Demikian laporan tahunan Perimbangan Kekuatan Militer Global yang dirilis International Institute for Straregic Studies-IISS.

Jumlah negara yang memiliki teknik persenjataan modern, seperti kendaraan militer tak berawak kini meningkat dua kali lipat dibanding 5 tahun silam. Cina menjadi eksportir persenjataan berteknik paling anyar yang cukup menonjol. “Cina bahkan mengekspor senjata canggihnya ke Irak dan Nigeria,” demikian papar laporan IISS. 

“Dominasi teknik militer Barat yang menjadi andalan sejak dua dekade kini melorot tajam,” ujar John Chipman, direktur jenderal IISS kepada media. Pengembangan teknologi persenjataan canggih kini juga makin banyak dilakukan perusahaan swasta, bukan lagi oleh lembaga militer negara.
 
Kekuatan Militer Barat Susut Drastis

Faktor yang memicu merosotnya dominasi Barat dalam teknik persenjataan antara lain, kenaikan drastis anggaran militer di Rusia dan Asia serta menyusutnya jumlah pasukan Barat dalam NATO. Anggaran militer Rusia naik drastis pada tahun-tahun silam, dan kini jumlahnya ditaksir mencapai 20 persen total anggaran militer global. AS memang masih memimpin di depan dalam budgert militer, tapi Cina. India dan Rusia menempel ketat di belakangnya. 
 
Negara-negara di Asia juga berlomba-lomba mempermodern persenjataannya. Total anggaran militer Asia mencapai sekitar 100 milyar US Dolar per tahun, volume ini melebihi anggaran pertahanan NATO di Eropa. Juga jumlah anggota militer di berbagai negara dinaikan cukup signifikan.

Tren sebaliknya justru terlihat di dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara. Jumlah battalion tentara di negara-negara Eropa anggota utama NATO dan di Amerika Serikat dalam 15 tahun terakhir menciut drastis dari semula 650 batalion menjadi tinggal 185 batalion. Satu battalion terdiri dari 700 hingga 1000 serdadu. Indikasi lain merosotnya kekuatan militer NATO adalah penciutan jumlah jet tempur Inggris dari 475 unit menjadi tinggal 195 dan jet tempur Perancis dari 580 menjadi tinggal 270 pesawat.

Laporan juga menyarankan NATO untuk bekerjasama lebih erat dengan Uni Eropa dalam menghadapi potensi ancaman. “Nato tidak punya kapabilitas cukup atasai ancaman dari Rusia di kawasan Eropa Timur. Tapi negara Uni Eropa masih mampu hadapi,“ demikian paparan laporan IISS. Juga IISS memperingatkan, ancaman Islamic State-ISIS terhadap Barat tidak bisa hanya dibasmi lewat kekerasan militer.

as / yf ( afp , dpa )

Sumber : dw.com

India Oh India Semua Negara Siap Memberikan TOT, India Dapat TOT Sistem Pertahan Udara

http://www.jejaktapak.com/wp-content/uploads/2014/10/agni-v-india.jpg 

Perusahaan Pertahanan dan keamanan Swedia Saab telah sepakat untuk bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Grup Kalyani India, untuk mempersiapkan sebuah perusahaan patungan di India untuk memproduksi rudal SRSAM  (rudal jarak pendek permukaan-ke-udara) dan sistem pertahanan udara VSHORAD bersama India. Kerjasama ini diikuti oleh Transfer teknlogi yang akan sangat menguntungkan India.

Usaha patungan, yang akan dibentuk oleh Saab dan KSSL, bertujuan untuk menangani bagian utama dari produksi dan pengiriman untuk memenuhi sistem pertahanan udara ini untuk pelanggan India. Produksi di India akan terdiri subsistem dan sistem untuk SRSAM dan VSHORAD dengan tujuan untuk mentransfer produksi serta transfer pengetahuan pembangunan ke India.

Pada bulan Februari 2014, Saab dan spesialis transportasi Ashok Leyland telah bergabung untuk bersaing untuk program pertahanan udara Angkatan Darat India SRSAM. Adapun persaingan antara Saab dan Ashok Leyland adalah untuk memenuhi kebutuhan SRSAM dengan solusi baru yang menggabungkan sistem rudal Saab bamse dengan kendaraan Ashok Leyland  dan tentunya juga dengan Paket TOT..

India Oh India Semua Negara Siap Memberikan TOT, India Dapat TOT Sistem Pertahan Udara

Mengomentari proposal JV {TOT}, Görgen Johansson, kepala area bisnis Saab Dynamics, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Saya senang untuk mengumumkan kontribusi kami untuk program "made in India"  melalui kesepakatan kami dengan KSSL dan grup Kalyani sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan di India untuk Program Air Defence. JV {TOT} ini sudah dalam persiapan  kedua perusahaan, dan akan siap untuk segera memulai . "



Dalam rangka untuk menjamin kualitas produksi, order dari bagian rudal telah dikeluarkan untuk KSSL dan ulasan kesiapan produksi sedang berlangsung, Saab mengatakan dalam sebuah pernyataan. Saab dan KSSL sudah merencanakan untuk transfer teknologi untuk paket yang berbeda dalam program.
India Oh India Semua Negara Siap Memberikan TOT, India Dapat TOT Sistem Pertahan Udara

"Perusahaan JV akan menggabungkan pengetahuan dan pengalaman Saab sebagai pengembang dan pemasok radar dan rudal sistem teknologi tinggi, dengan teknik keunggulan dan kemampuan manufaktur dari Grup Kalyani. JV akan membuat pemasok global di bidang Sistem darat Berbasis Pertahanan Udara berbasis di India ", mencatat Amit Kalyani, Direktur Eksekutif Kalyani Group, dalam pernyataan.
Sumber : detikmiliter.com

Rusia Kirim Rudal Jelajah Kalibr ke Suriah




Rusia Kirim Rudal Jelajah Kalibr ke Suriah
Rusia akan mengirimkan kapal perang Zeleny Dol, yang dilengkapi dengan rudal jelajah Kalibr, ke Suriah | (Sputniknews)
SEVASTOPOL - Sebuah sumber di otoritas Crimea mengatakan, Rusia telah memasang sistem rudal jelajah Kalibr pada kapal perang Armada Laut Hitam, Zeleny Dol. Kapal tersebut akan bergabung dengan kapal perang Rusia lainnya yang beroperasi di lepas pantai Suriah.

"Kapal rudal berukuran kecil, Zeleny Dol, akan bergabung dengan kelompok kapal Rusia yang diposisikan di lepas pantai Suriah dalam beberapa hari mendatang. Ini adalah pertama kalinya sebuah kapal bergabung dengan grup Armada Laut Hitam Rusia di Laut Mediterania," ujar sang sumber kepada RIA Novosti seperti dilansir Sputniknews, Sabtu (13/2/2016).

Kapal-kapal yang sejenis dengan Zeleny Dol dan mempunyai tugas di Suriah akan meluncurkan rudal jelajah Kalibr dari Laut Kaspia dengan sasaran kelompok teroris di Suriah pada 7 Oktber. Zeleny Dol sendiri, kata sang sumber, akan meninggalkan pelabuhan Crimea Sevastopol menuju Suriah pada Sabtu mendatang.

Sebelumnya, sebuah sumber diplomatik militer Rusia mengatakan, Kremlin berencana meningkatkan keberadaan kapal perang di Laut Mediterania menjadi 20 kapal, tergantung pada tugas yang diberikan.

Sementara pada bulan Juli 2015 lalu, Pemimpin Armada Laut Hitam Laksamana Alexander Vitko mengatakan, rata-rata jumlah kapal Angkatan Laut Rusia di Mediterania pada waktu itu berjumlah 10 kapal perang, serta beberapa kapal pendukung.


(ian)

Arab Saudi Mulai Kirim Jet Tempur dan Tentara ke Turki





Arab Saudi Mulai Kirim Jet Tempur dan Tentara ke Turki
Arab Saudi telah mengirimkan pasukan dan pesawat tempur ke Turki | (Telegraph)

ANKARA - Arab Saudi dikabarkan mulai mengirimkan pasukan dan jet tempurnya ke pangkalan militer Incirlik milik Turki menjelang invasi darat ke Suriah. Kabar ini dibenarkan oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

"Arab Saudi menyatakan tekadnya untuk memerangi ISIS dengan mengatakan mereka siap untuk mengirimkan jet tempur dan pasukan," kata Cavusoglu kepada surat kabar Yeni Safak seperti disitir dari Independent, Sabtu (13/2/2016).

"Dalam setiap pertemuan koalisi, kami selalu menekankan perlunya strategi yang berorientasi pada hasil yang luas dalam memerangi kelompok teroris ISIS. Jika kita memliki strategi tersebut, maka Turki dan Arab Saudi dapat melancarkan operasi dari darat," tutur Cavusoglu.

Ia kemudian menegaskan bahwa pesawat tempur dan personel militer Arab Saudi dikirim ke Incirlik, di Adana dekat perbatasan Suriah. Namun, ia tidak mengungkapkan jumlah pesawat tempur dan personil militer yang dikirimkan Arab Saudi.

Pengiriman pesawat tempur dan pasukan Arab Saudi ini dilakukan hanya beberapa hari setelah kekuatan dunia menyepakati penghentian permusuhan di Suriah. Kesepakatan ini adalah salah satu langkah untuk menghentikan konflik yang sudah berlangsung lima tahun di negara itu.

(ian) Sumber : sindonews.com

Saturday, February 13, 2016

Amerika Jual Jet Tempur F-16 ke Pakistan, India Meradang

Amerika Jual Jet Tempur F-16 ke Pakistan, India Meradang

Pesawat jet tempur Lockheed Martin F-16. Wikipedia.org
Islamabad - Amerika Serikat telah menyetujui rencana penjualan delapan jet tempur Lockheed Martin F-16 ke Pakistan, bersama dengan pelatihan, radar dan peralatan lainnya, bernilai total $ 699 juta.

Badan Kerjasama Pertahanan Keamanan Amerika, yang mengkoordinasikan penjualan senjata, mengatakan telah memberitahu Kongres tentang rencana tersebut pada Kamis, 10 Februari 2016.

"Rencana penjualan ini merupakan kontribusi untuk tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional membantu meningkatkan keamanan mitra strategis AS di Asia Selatan," kata Badan dalam sebuah pernyataan dikutip dari laman Guardian.

"Penjualan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Pakistan mengatasi ancaman keamanan saat ini dan di masa depan."

Jet tempur F-16 diyakini akan memungkinkan Angkatan Udara Pakistan untuk beroperasi di semua jenis cuaca, di malam hari, serta meningkatkan kemampuan Pakistan melakukan operasi kontra-pemberontakan dan terorisme.

Menanggapi transaksi, tetangga dan saingan Pakistan, India mengatakan pihaknya kecewa. "Kami kecewa pada keputusan pemerintahan Obama untuk memberitahu penjualan jet tempur F-16 ke Pakistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Vikas Swarup di Twitter. "Kami tidak setuju bahwa transfer senjata memiliki maksud untuk memerangi terorisme."

Swarup mengatakan India berencana untuk memanggil duta besar AS memberikan penjelasan.

THE GUARDIAN | MECHOS DE LAROCHA

Sumber : TEMPO.CO

Yam Yam !!! India Kembali Akan Borong 40 Pesawat Tempur Su-30MKI dan 60 FGFA Plus TOT


Yam Yam !!! India Kembali Akan Borong 40  Pesawat Tempur Su-30MKI dan 60 FGFA Plus TOT
  Sukhoi - 30 IAF

Angkatan Udara India (IAF) telah memprakarsai pengadaan Sebanyak 40 pesawat tempur tambahan Su-30MKI dengan  perkiraan biaya $ 75.000.000, laporan dari sumber-sumber diplomatik handal India.

Pengadaan  merupakan tindak lanjut untuk 222 pesawat tempur Su-30MKI yang sudah dikontrak dan juga diikuti dengan transfer teknologi di Hindustan Aeronautics Limited (HAL) 's divisi Nasik.

Hal ini merupakan perkembangan yang signifikan yang berjalan bersamaan dengan kemajuan pesat dalam negosiasi antara India-Rusia pada pembahasan biaya untuk pesawat tempur Generasi Kelima (FGFA). Dalam pembicaraan tersebut dilaporkan secara eksklusif bahwa india bersedia mengeluarkan biaya $ 3700000000  untuk kontribusi India untuk biaya pengembangan FGFA, dan komitmen lebih lanjut untuk membeli minimal 60 pesawat tempur siluman tersebut.

Ketergantungan pada pesawat Sukhoi memperpanjang umur jalur perakitan pesawat tempur Su-30MKI di Nasik. Diperkirakan 175 dari 222 pesawa tempur Su-30 MKIS dikontrak untuk dirakit di India. Dengan tingkat produksi rata-rata adalah antara 10 dan 12 pesawat tahun. 

Sumber : detikmiliter.com

Rusia Ingatkan Saudi dan AS Perang Dunia III di Suriah

Militan Suriah di medan perang.
Militan Suriah di medan perang.

MUNICH -- Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev memperingatkan pengiriman pasukan darat dalam konflik di Suriah akan menjadi perang dunia, Jumat (12/2). Pendapatnya itu dipublikasikan dalam surat kabar Jerman, Handelsblatt, setelah wawancara pada Kamis (11/2), kemarin.

"Operasi angkatan darat akan membawa semua pihak terlibat dalam perang," katanya, dikutip AP.

Baru-baru ini, Arab Saudi menawarkan pengiriman pasukan darat ke Suriah setelah mengklaim berpengalaman dalam konflik Yaman. Ditanya soal hal itu, Medvedev menjawab Amerika Serikat dan Arab harus mempertimbangkan ingin atau tidak perang menjadi permanen. "Rekan Amerika dan Arab kami harus mempertimbangkan apakah mereka menginginkan perang permanen atau tidak," katanya.

Medvedev juga mengkritik negara-negara Barat yang menolak berkolaborasi dengan Rusia di Suriah. PM mengatakan, hubungan pada level departemen pertahanan hanya bersifat sporadis.

Kontributor Aljazirah, Rory Challands yang melaporkan dari Moskow, mengatakan komentar Medvedev adalah peringatan eksplisit bagi AS dan sekutu regionalnya, Arab Saudi. "Sebenarnya ia memberitahu mereka untuk mundur dan tidak mengirim pasukan," kata dia. Challands menambahkan, jika Saudi mengirim pasukannya, maka konflik tidak akan berkesudahan atau malah mematik perang dunia III. 

Dalam perkembangan terbaru, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov berencana bertemu dengan rekan Saudinya, Menlu Adil al-Ahmad al-Jubayr di Munich, Jerman pada hari ini.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter menyambut baik penawaran Arab Saudi untuk mengirim pasukan darat. Carter menyebutnya komitmen untuk melebarkan peran melalui pasukan darat di Suriah untuk melawan kelompok militan ISIS.

Carter juga mengatakan bahwa Uni Emirat Arab telah sepakat untuk mengirim pasukan tentara khusus ke Suriah. Mereka akan bertugas meningkatkan kemampuan pasukan lokal Sunni Arab untuk fokus mengambil alih ibukota de facto ISIS, Raqqa.

Carter menolak membeberkan jumlah komando pasukan yang akan dikirim. "Mereka akan menjadi bagian dari operasi pimpinan AS," kata dia dalam acara pertemuan para menteri pertahanan NATO di markas besar NATO.

Ia juga menyebut pasukan-pasukan itu akan dibantu oleh pasukan khusus Saudi untuk melatih pejuang lokal Arab yang ingin bergabung dalam misi.

Brigadir Jenderal Arab Saudi, Ahmed Asseri menegaskan, negaranya siap mengirimkan pasukan darat jika ada konsensus dalam koalisi pimpinan AS. Namun, Asseri menolak menjelaskan lebih lanjut.

"Terlalu dini untuk membicarakannya, hari ini kami membicarakan level strategis," kata dia. Asseri juga tidak mengomentari pernyataan Rusia yang memperingatkan perang dunia jika turun pasukan darat dari negara luar.

Rusia adalah satu-satunya pihak asing yang masuk konflik dengan dalih membantu pemerintah Suriah. Sementara koalisi pimpinan AS memiliki dua agenda terang-terangan, yakni mengadili pemerintah Suriah pimpinan Bashar al Assad dan melawan ISIS.

Mantan diplomat Rusia, Vyacheslav Matuzov mengatakan pada Aljazirah bahwa Rusia tidak memperparah konflik Suriah. Justru, katanya, Rusia mencegahnya menyebar lebih luas. Ia mengomentari pakta terbaru yang dicapai pada pertemuan kekuatan utama dunia di Jenewa dalam upaya memecah kebuntuan di Suriah.

"Saya rasa semua kelompok akan mengerti tidak ada solusi kecuali solusi politik. Semua yang tidak sepakat menghentikan pertempuran akan jadi musuh dan dihancurkan, dan itu adalah hasil di Munich," katanya.

Sementara, Norwegian Refugee Council berusaha menyelipkan agenda bantuan kemanusiaan dalam pertemuan di Jenewa. Kepala NRC, Jan Egeand menyeru agar pasukan khusus juga bisa membuka jalan bagi konvoi bantuan kemanusiaan untuk mencapai warga sipil di wilayah terkepung.

Dalam pernyataan, Egeland meminta akses ke area paling terimbas pada Jumat. Sehingga bantuan bisa dikirim segera. Selama ini, permintaan akses ke sana pada pemerintah Suriah selalu tidak direspon.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Arab Saudi Akhirnya Kirim Pasukan ke Suriah

Arab Saudi Akhirnya Kirim Pasukan ke Suriah

Tentara Arab Saudi menembakan meriam, ke arah posisi negara Yaman. Meriam mampu menembak hingga jarak 30 Km, dan ditembakan dari wilayah perbatasan Arab Saudi. Wilayah ini kembali memanas saat bentrokan bersenjata, antara pasukan Arab Saudi melawan pemberontak Yaman. Jizan, Arab Saudi, 13 April 2015. Carolyn Cole/Getty Images
Riyadh - Keputusan Arab Saudi mengirimkan pasukan ke Suriah untuk bertempur melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah final dan tidak bisa diubah. Hal itu dikatakan juru bicara militer Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Al-Assiri, kepada wartawan Kamis, 11 Februari 2016.

Assiri mengatakan, Riyadh siap dan akan berperang bersama pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat untuk menumpas militan ISIS di Suriah. Meskipun demikian, jelas Assiri, Washington akan memiliki peran lebih banyak mengenai operasi darat.

"Perlu kami sampaikan, Saudi akan mengirimkan pasukan ke Suriah," ucapnya.

Pada pertemuan dengan wartawan di Riyadh itu, dia juga mengirimkan satu pesan kepada Iran, jika Teheran serius perang melawan ISIS, maka hentikan dukungan terhadap kelompok teroris di Suriah atau Yaman.

Riyadh selama ini menuduh Teheran mendukung milisi Houthi di Yaman melawan pemerintahan yang diakui internasional di sana. Iran juga sekutu kunci rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sikap Saudi itu disampaikan setelah Wakil Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Saudi, Mohammed bin Salman, mengunjungi markas besar Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussels untuk membicarakan perang saudara di Suriah.

AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN

Sumber : TEMPO.CO

Friday, February 12, 2016

Gencatan senjata Suriah tanpa ISIS dan al Nusra

http://ichef-1.bbci.co.uk/news/ws/660/amz/worldservice/live/assets/images/2016/02/12/160212012213_syria_crisis_640x360_reuters_nocredit.jpg
 Kesepakatan itu nanti tak akan berlaku terhadap ISIS dan kelompok terkait Al Qaida, Front al Nusra 
 
Pertemuan sejumlah negara besar dunia tentang Suriah sepakat untuk mengupayakan 'penghentian permusuhan' dalam tempo sepekan, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Namun dikatakannya, gencatan senjata itu tidak berlaku untuk pertempuran melawan kelompok jihad yang menamakan diri Islam Negeri atau ISIS, dan kelompok terkait AL Qaida, Front al-Nusra.

Dia juga mengatakan, negara-negara sekutu itu sepakat untuk langsung mempercepat dan memperluas pengiriman bantuan kemanusiaan.

Pengumuman ini berlangsung saat tentara Suriah, yang didukung oleh serangan udara Rusia, terus mendekati provinsi Aleppo.

Ofensif militer ini mengancam puluhan ribu warga sipil di bagian yang dikuasai pemberontak di Aleppo.

John Kerry mengakui rencana gencatan senjata itu "ambisius" dan mengatakan ujian sesungguhnya adalah apakah pihak-pihak yang terlibat bisa menghormati komitmennya.

"Apa yang kita punya adalah kata-kata di atas kertas, sedangkan apa yang kita butuhkan dalam beberapa hari ke depan adalah penerapannya di lapangan," katanya.

Sebuah satuan tugas PBB akan dibentuk untuk menjamin akses bantuan kemanusiaan ke semua pihak, Kerry menambahkan.

Saat mengumumkan hal itu, Kerry didampingi mitranya dari Rusia Sergei Lavrov dan utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.

Lavrov mengatakan ada "alasan untuk berharap, bahwa kita telah mengambil langkah besar hari ini."
Pada konferensi pers, Kerry menyentil bahwa serangan-serangan Rusia lebih menyasar pasukan oposisi, bukan teroris seperti yang disebutkan Moskow.

Tapi kedua pihak sepakat bahwa pembicaraan damai yang melibatkan pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok pemberontak harus segera dilangsungkan lagi secepatnya. 

Sumber : BBC.com

Rusia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Suriah



Rusia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Suriah
Rusia memberikan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah wilayah di Suriah | (Sputniknews)

LATAKIA - Dua pesawat kargo milik Rusia, Il-76, mengirimkan beberapa 50 metrik ton bantuan kemanusiaan Rusia untuk warga Suriah yang dilanda konflik. Rusia memberikan bantuan kemanusiaan tersebut ke sejumlah wilayah yang diblokade oleh ISIS dan kelompok militan.

Dikutip dari Sputniknews, Kamis (11/2/2016), kargo bantuan kemanusiaan itu termasuk makanan, obat-obatan, pakaian, perlengkapan sekolah, serta mainan dan sejumlah kebutuhan untuk anak-anak. Sebelumnya, kargo bantuan kemanusiaan yang dihimpun bersama Rusia dan Suriah telah di terbangkan ke kota Deir el-Zour yang dikepung oleh ISIS.

Menurut Siege Watch, sebuah kelompok bantuan yang berbasis di PAX Belanda dan Suriah Institute yang berbasis di Washington, ada lebih dari 1 juta warga Suriah terkepung di berbagai lokasi di negara tersebut.

Suriah telah terperosok dalam perang saudara sejak 2011, dengan pasukan pemerintah yang setia kepada Presiden Bashar Assad memerangi sejumlah faksi oposisi dan kelompok-kelompok ekstremis, seperti ISIS.
Rusia sendiri turut serta dalam konflik tersebut atas permintaan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, pada akhir September tahun lalu.

Assad meminta bantuan setelah koalisi internasional pimpinan AS meluncurkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah sejak September 2014, tanpa persetujuan dari Damaskus atau PBB.

(ian) Sumber : Sindonews.com

Rusia Bersedia Gencatan Senjata di Suriah

Rusia Bersedia Gencatan Senjata di Suriah

Sejumlah anak-anak berkumpul di api unggun untuk menghangatkan tubuhnya dari udara dingin di perbatasan Bab al-Salameh. Pemerintah Turki memperkirakan sekitar satu juta penduduk Suriah melarikan diri ke perbatasan setelah serangan Rusia di wilayah tersebut. dailymail.co.uk
Moskow - Rusia menyatakan siap melakukan gencatan senjata di Suriah. Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, Kamis, 11 Februari 2016, sebagaimana dikutip kantor berita Rusia, TASS.

"Kami siap mendiskusikan gencatan senjata di Suriah," ucap Gatilov kepada TASS. Dia menambahkan, "Masalah ini akan dibicarakan di Munich, Jerman." Gatilov mengatakan, hasil perundingan damai dapat diketahui sebelum 25 Februari 2016.

Pada Rabu dinihari waktu setempat, 10 Februari 2016, kantor berita Reuters mengutip keterangan pejabat Barat yang tak bersedia disebutkan namanya. Dia mengatakan Rusia mengusulkan sebuah gencatan senjata di Suriah dimulai pada 1 Maret 2016.

Wartawan Al Jazeera, Gabriel Elizondo, yang berada di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, melaporkan bahwa Duta Besar Rusia untuk PBB tidak bersedia dimintai konfirmasi soal usul gencatan senjata di Suriah. "Tidak ada kesepakatan yang dicapai. Duta Besar Rusia untuk PBB berbicara masalah umum tentang gencatan senjata di Suriah sebagai bagian dari negosiasi. Ketika kami tanya lebih rinci, beliau tidak bersedia menjelaskan lebih banyak," kata Elizondo.

Kekuatan besar yang akan mengadakan pertemuan di Munich, Jerman, pada Kamis, 11 Februari 2016, di antaranya Rusia, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Iran. "Mereka bertemu di Jerman dalam rangka menghidupkan kembali perdamaian di Suriah," tulis Al Jazeera, Kamis.

Keberadaan Rusia di Suriah dituding Amerika dan sekutunya memperkeruh konflik yang ada di sana. Serangan udara Rusia tak cuma menyerang basis pemberontak, tapi juga menewaskan warga sipil.
AL ARABIYA| AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN

Sumber :  TEMPO.CO