Tuesday, February 16, 2016

Kapolda tak Tahu OPM Resmikan Kantor di Wamena

Bintang Kejora, bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Bintang Kejora, bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM)
JAKARTA -- Organisasi Papua Merdeka (OPM) dikabarkan meresmikan kantor United Liberation Movement fot West Papua (ULWP), Senin (15/2). Peresmian dilakukan secara tertutup di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Lembaga ini, bersama perkumpulan negara-negara kawasan Melanesia berperan untuk mendorong referendum Papua ke Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpaw mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Menurut Paulus, hingga kini belum ada laporan terkait peresmian ULWP.

"Dimana? di Wamena? nggak ada, sampai sekarang nggak ada. Belum tahu saya, kalau OPM enggak ada," ujar Paulus, di Mabes Polri, Senin (15/2).

Paulus tidak memberikan komentar lebih lanjut soal peresmian tersebut.

 Sumber : REPUBLIKA.CO.ID,

Peluru kendali hantam sekolah, rumah sakit di Suriah, 14 tewas

http://img.antaranews.com/new/2013/05/ori/2013050109.jpg
Ilustrasi
Amman - Setidak-tidaknya 14 warga tewas akibat peluru kendali menghantam rumah sakit anak-anak, sekolah, dan tempat lain di kota Azaz, yang dikuasai pemberontak Suriah di dekat perbatasan Turki, Senin, kata paramedis dan warga setempat.

Mereka mengatakan setidak-tidaknya lima peluru kendali menghantam rumah sakit di pusat kota itu dan sekolah di dekatnya, tempat pengungsi berlindung dari serangan tentara Suriah.

Seorang warga mengatakan satu tempat perlindungan lain di bagian selatan kota itu juga dihantam bom, yang dijatuhkan jet, diduga milik Rusia.

Puluhan ribu warga mengungsi ke kota yang merupakan basis pemberontak terakhir sebelum perbatasan dengan Turki, dari kota-kota dan desa yang menjadi ajang pertempuran sengit antara tentara Suriah dengan kelompok milisi.

"Kami telah memindahkan sejumlah anak yang berteriak-teriak dari rumah sakit itu," kata petugas medis Juma Rahal. Setidaknya dua anak tewas dan ambulans mengangkut sejumlah korban cidera ke Turki untuk mendapat perawatan, katanya.

Badan amal Doktor Tanpa Batas (MSF) dalam pernyataannya mengatakan bahwa setidaknya delapan staf hilang setelah empat roket menghantam sebuah rumah sakit yang disponsorinya di Provinsi Idlib di baratlaut Suriah.

Pasukan anti-pemerintah Kurdi merangsek dari wilayah barat dan bertempur dengan pemberontak anti-pemerintah di kota itu, hanya beberapa kilometer dari perbatasan bab al Salam. Tentara Suriah bergerak dari selatan.

Baik Kurdi maupun tentara Suriah ingin merebut kendali di perbatasan dengan Turki itu dari tangan pemberontak.

Pengeboman Rusia terhadap pemberontak membantu tentara Suriah untuk maju ke Aleppo, kota terbesar di negara itu dan juga pusat perdagangan sebelum meletusnya konflik. Jika tentara berhasil merebut kota itu, akan menjadi kemenangan terbesar pemerintah dalam perang tersebut, demikian Reuters melaporkan.

(S022/B002)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Hebat...Kapal Perang Ini Layani Gratis Ribuan Pasien di Pulau Terluar

Kapal perang rumah sakit KRI dr. Soeharso (SHS)-990
Kapal perang rumah sakit KRI dr. Soeharso (SHS)-990
SURABAYA -- Kapal Perang Rumah Sakit KRI Dr Soeharso-990 telah kembali setelah melaksanakan misi bhakti sosial, yang dimulai sejak 25 Januari lalu. Misi layanan kapal perang ini adalah mengobati setidaknya 8.583 pasien di Timor Leste dan pulau-pulau terluar Nusantara secara gratis. 

Misi yang terselenggara atas kerja sama antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia (RI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini melibatkan setidaknya 345 tenaga medis plus Anak Buah Kapal (ABK). Seluruh tim terdiri dari 168 personel tim kesehatan TNI AD, AL, dan AU, dua dokter umum dan dokter gigi, serta 15 dokter spesialis. Termasuk di dalamnya dua orang apoteker. 

Dalam siaran persnya yang diterima Republika.co.id, Senin (15/2) disebutkan, jumlah pasien di Timor Leste yang berhasil ditangani oleh tim dari Kapal Perang Rumah Sakit KRI Dr Soeharso-990  berjumlah 3.426. Sementara, di Pulau Lakor dengan 698 pasien, Pulau Moa 1.304 pasien, Pulau Leti 1.343 pasien, Pulau Kisar 1.041 pasien, Pulau Wetar 423 pasien, dan Pulau Liran 348 pasien. 

Selain itu, terdapat 1 pasien yang harus dirujuk ke Rumah Sakit AL dr. Ramelan, Surabaya. Hal itu karena ia menderita penyakit tumor tulang yang tak memungkinkan untuk hanya mendapat perawatan medis di dalam kapal. 

Usai menyelesaikan misi bhakti sosial ini, tim Kapal Perang Rumah Sakit KRI Dr Soeharso-990 yang tiba di Dermaga Madura, Ujung Surabaya mencatatkan tinta emas dalam mendukung kegiatan serupa lainnya. Dipimpin Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr Ben Yura Rimba, MARS selaku Dansatgas Yankes TNI 2016, mereka telah merekam sejarah dalam memberi pelayanan kesehatan terbaik.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID