Wednesday, February 10, 2016

Jet Tempur Libya di Derna Jatuh, karena ISIS?

Jet Tempur Libya di Derna Jatuh, karena ISIS?

Pesawat tempur pemerintah Libya jatuh usai ditembak senjata altileri pasukan anti Qadhafi di Benghazi (19/03). AP/Anja Niedringhaus
Tripoli - Sebuah jet tempur yang dioperasikan oleh pasukan pemerintah Libya jatuh di sebelah timur Derna, Senin, 8 Februari 2016, setelah mendapatkan serangan dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Juru bicara pemerintah Libya, Nasser el-Hassi, mengatakan kepada AFP, pilot MIG-23, Younes al-Dilani, selamat saat pesawat yang dikendalikan jatuh. Hassi menolak menyebutkan penyebabkan pesawat tersebut jatuh. Namun kantor berita LANA yang dekat dengan pemerintah mengatakan, jet tersebut jatuh akibat masalah teknis.

"Sebelum jatuh, jet tempur tersebut melakukan serangan ke posisi ISIS, sekitar 15 kilometer dari Derna," tulis LANA.

Libya adalah negara di bawah pemerintah dua kelompok setelah kehilangan pemimpin Kolonel Muammar Qadhafi. Kelompok pertama memerintah Libya dari Ibu Kota Tripoli yang mendapatkan dukungan dari milisi koalisi. Sedangkan pemerintah lainnya mendapatkan pengakuan internasional berada di sebelah timur negara.

Awal Januari 2016, sebuah Mig-223 jatuh di Benghazi, kota utama di sebelah timur Libya. Sejumlah pihak di Libya mengatakan bahwa penyebab pesawat itu jatuh adalah persoalan teknis. Namun ISIS mengaku menembak jatuh jet tersebut.

Derna terletak di sekitar 1.100 kilometer sebelah timur Tripoli yang dikuasi oleh Dewan Syura Mujahidin Derna, terdiri dari gabungan berbagai kelompok milisi termasuk Ansar al-Sharia yang dekat dengan al-Qaeda.

Sejak Muammar Qadhafi jatuh pada 2011, Libya dilanda perang saudara dan dibekap kerusuhan berdarah. Kini ISIS muncul gerakan ISIS di kampung halaman Qadhafi di Sirte sebelah timur Libya.

Sumber :  TEMPO.CO

Rudal patriot Saudi "cegat" Scud yang ditembakkan dari Sanaa

http://citizendaily.net/wp-content/uploads/2015/06/image2.tempointeraktif.com_.jpg
Foto Rudal Scud
Sebuah peluru kendali Patriot berhasil menjatuhkan satu rudal Scud yang ditembakkan dari ibu kota Yaman ke bagian selatan Arab Saudi pada Selasa, demikian koalisi pimpinan Saudi mengatakan kepada AFP, hari setelah serangan Scud lainnya.

Dalam insiden paling akhir itu, puing-puing dari rudal Scud yang hancur jatuh di Provinsi Jazan, Arab Saudi, yang berbatasan dengan Yaman. Juru bicara pasukan koalisi Brigadie General Ahmed al-Assiri mengatakan kepada AFP bahwa insiden itu tidak menyebabkan tentara atau warga sipil luka-luka.

Menurut dia, para pemberontak menembakkan rudal dari dalam wilayah Sanaa, ibu kota Yaman, yang terletak sekitar 200 kilomtere dari Jazan -- yang mereka kuasai pada akhir 2014.

Pihak Saudi telah mengerahkan rudal Patriot yang dirancang untuk menghadapi misil balistik taktis, yang telah ditembakkan sejak Maret ketika pasukan koalisi pimpinan Saudi memulai serangan-serangan udara untuk mendukung pemerintah Yaman setelah pemberontak sekutu Iran itu menguasai banyak wilayah Yaman yang bertetangga dengan Saudi.

Pada April tahun lalu Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan serangan-serangan koalisi telah menepis ancaman-ancaman terhadap keamanan kerajaan itu "dengan menghancurkan peralatan militer berat dan rudal balistik" yang dikuasai oleh pemberontak Yaman.

Sejak intervensi koalisi itu sekitar 90 warga sipil dan tentara tewas akibat serangan-serangan terhadap kawasan-kawasan perbatasan di bagian selatan Arab Saudi.

Dengan pasukan anti Houthi dukungan koalisi berada 30 hingga 40 kilomter dari Sanaa, para pemberontak itu melakukan pembalasan, kata Assiri.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih 6.100 orang di Yaman telah terbunuh dalam konflik sejak Maret, setengahnya adalah warga sipil.

Pada Senin koalisi itu mengatakan pertahanan udara mencegat sebuah misil Scud yang ditembakkan di Khamis Mushait, sebuah kota dekat dengan pangkalan udara Raja Khalid yang berada di bagian terdepan operasi-operasi udara pimpinan Saudi terhadap pemberontak Houthi dan para sekutunya, tentara elit yang setia kepada mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Situasi di Aden

Dari Kairo dan Dubai, kantor berita Reuters melaporkan penguasaan kembali Aden oleh tentara koalisi Arab Teluk pada musim panas lalu gagal memberi ketenangan dari perang saudara di Yaman, dengan warga menghadapi gelombang serangan bom dan senjata yang melumpuhkan usaha-usaha menstabilkan kota itu.

Tujuh bulan setelah para pemberontak dari milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran didesak keluar kota pelabuhan yang strategis itu, hampir tiap hari terjadi pembunuhan hakim, perwira keamanan dan kepolisian.

Sejak Juli koalisi Teluk dan pasukan keamanan setempat telah berjuang memberlakukan ketertiban di Aden, membuka jalan bagi kelompok-kelompok bersenjata Negara Islam, Alqaida dan lain-lain beroperasi di sana.

Tantangan-tantangan di Aden menunjukkan bagaimana kesulitan untuk memulihkan ketertiban di sebuah negara yang dilanda konflik berbulan-bulan. Lebih 6.000 orang tewas akibat konflik itu dan para militan telah mengeksploitasi kelemahan di bidang keamanan.

Di distrik Mansoura, Aden, para anggota Alqaida telah bentrok di jalan-jalan dengan pasukan keamanan lokal. Empat tentara Yaman dan tiga warga sipil terbunuh dalam bentrokan-bentrokan sengit Senin malam antara pasukan keamanan dan para militan tersebut di Mansoura lama, kata seorang pejabat lokal pada Selasa.

(M016)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Tuesday, February 9, 2016

KRI Makassar-590 Sukseskan Sail of Journalist HPN 2016


KRI Makassar 590
KRI Makassar 590
SURABAYA --  KRI Makassar (MKS)-590 selesai melakukan debarkasi Menteri Kominfo Rudiantara dan seluruh peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2016, Senin (8/2) di perairan Lembar dalam keadaan aman. Hal itu terkait Sail of Journalist HPN 2016 yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan menggunakan 2 LCU dan 2 LCVP, para peserta HPN 2016 menuju ke Dermaga Lembar. Selanjutnya KRI MKS-590 menuju Benoa dalam rangka melaksanakan bekal ulang untuk mempersiapkan kegiatan Pam RI 1 di Mandalika pada puncak acara Rabu (9/2) besok.

Ratusan wartawan dari berbagai media dan kota berlayar menggunakan KRI Makassar dari Pangkalan Armada Timur di Surabaya menuju perairan Lombok. Di atas kapal sepanjang perjalanan dari Surabaya menuju Lombok, Panitia HPN 2016 menggelar sejumlah kegiatan termasuk dua diskusi.

Diskusi pertama bertema 'Membedah Posisi Indonesia dalam Persaingan Maritim Dunia' dengan pembicara Ketua DPD RI, Irman Gusman dan Menkominfo Rudiantara. Sementara jurnalis senior Arswendo Atmowiloto menjadi moderator.
        
Sedangkan diskusi kedua bertema 'Perkembangan Pelaksanaan Standar Kompetensi Wartawan' dengan pembicara Anggota Dewan Pers, Margiono dan Usman Yatim dari Sekolah Jurnalis Indonesia. Diskusi dimoderatori Wakil Ketua Dewan Kehormatan PWI, Wina Armada Sukardi.
        
Selain itu juga ada workshop penulisan bertema wisata bahari dengan narasumber Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu M Faozan dan Staf Khusus Menpar Laksaman (Purn) TNI Marsetio serta praktisi media Iman Brotoseno. Moderator untuk workshop ini adalah Rita Sri Hastuti.

Terkait lokasi pendaratan, Dar Edi Yoga mengatakan, sejauh ini ada dua kemungkinan lokasi pendaratan. Pertama di Pelabuhan Lembar dan kedua di Senggigi. Keduanya di Lombok Barat.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo bahkan menyempatkan diri menyambangi KRI Makassar menggunakan helikopter Puspenerbal sebagai bentuk dukungan dan apresiasinya terhadap kegiatan /Sail of Journalist/ HPN 2016.

"Karena wartawan yang setiap saat berperan dalam kondisi terkini mencari informasi, memberikan informasi mendidik, memberikan informasi yang tepat sehingga kemajuan bangsa anak muda kita semua dari wartawan," ujar Gatot di KRI Makassar.

Diakhir pertemuan Panglima TNI berpesan, "Jadi apa yang diterima dan itu membentuk opini. Untuk itu saya memohon kepada pers mengetahui ancaman yang sudah saya sampaikan. Sehingga jangan sampai dipengaruhi lagi hal-hal yang negatif."

Sumber :  REPUBLIKA.CO.ID